para punggawa BMCC

para punggawa BMCC
para punggawa BMCC

Senin, 02 April 2012

PENGARUH UKURAN VELG DAN BAN

Siapa yang tidak kenal dengan velg dan ban? Velg dan ban adalah dua benda yang merupakan komponen penting dari sebuah kendaraan. Bukan hanya kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor, tetapi juga kendaraan tidak bermotor seperti sepeda ataupun becak. Tanpa keberadaan kedua benda ini, dijamin kendaraan-kendaraan tersebut tidak dapat mengemban tugasnya dengan baik sebagai alat transportasi.

Apa yang menarik dari velg dan ban? Sebagian orang menganggap bahwa velg dan ban standar bawaan pabrik membuat penampilan kendaraan biasa-biasa saja, padahal pabrik juga sudah memikirkan dan menentukan desain yang mumpuni untuk kepentingan baik performa maupun estetika kendaraan itu sendiri. Akibatnya, para pemilik yang beranggapan seperti itu menjadi kurang puas dengan penampilan sang ‘tunggangan” secara keseluruhan. Memang dapat diakui bahwa penggantian velg dan ban standar bawaan pabrik dengan velg dan ban lain yang berukuran lebih besar dan lebar dapat dengan serta-merta mendongkrak penampilan kendaraan dan menyulap kendaraan tersebut menjadi sebuah kendaraan yang manis dan elegan.

Namun demikian, ubahan bagian-bagian standar suatu kendaraan menjadi tidak standar, yang biasa disebut dengan istilah modifikasi, tentunya sedikit-banyak akan mengubah performa dari kendaraan itu sendiri. Sebagai contoh adalah penggantian ukuran velg dan ban. Penggantian ukuran velg dan ban dengan ukuran yang lebih besar dan lebar dari ukuran standar dapat mengakibatkan beberapa hal seperti :

1. Menambah berat/bobot kendaraan.
2. Menambah lebar luas bidang kontak antara ban dengan permukaan jalan.

Dari kedua akibat ini tentunya akan sangat mempengaruhi performa kendaraan, yang ujung-ujungnya membuat konsumsi BBM menjadi lebih banyak.


Bagaimana hubungannya? Berikut penjelasannya :
Dari kedua gambar di atas, diketahui bahwa :

• Gambar di sebelah kiri adalah velg/ban yang berukuran (anggap saja) standar, dengan berat (w) yang besarnya adalah massa (m) dikalikan percepatan gravitasi bumi (g). Terhadap permukaan jalan, pada ban akan terlibat gaya gesek / friksi (f) yang besarnya adalah koefisien gesek (µ) dikalikan dengan gaya normal ban (n) terhadap permukaan jalan. Besarnya n adalah sama dengan w.

• Gambar di sebelah kanan adalah velg/ban yang berukuran lebih besar dan lebar dari standar, dengan berat (W) yang besarnya adalah massa (M) dikalikan percepatan gravitasi bumi (g). Terhadap permukaan jalan, pada ban akan terlibat gaya gesek / friksi (F) yang besarnya adalah koefisien gesek (µ) dikalikan dengan gaya normal ban (N) terhadap permukaan jalan. Besarnya N adalah sama dengan W.

• Percepatan gravitasi bumi (g) sifatnya adalah tetap, yaitu sebesar 10 m/s2. Begitu juga untuk koefisien gesek (µ) yang besarnya tetap (sesuai dengan bidang dimana ban berpijak).

Karena massa velg/ban pengganti (M) lebih besar dari massa velg/ban standar (m), maka berat velg/ban pengganti (W) lebih besar dari berat velg/ban standar.

karena M > m, maka W > w

Karena berat velg/ban pengganti (W) lebih besar dari berat velg/ban standar (w), maka gaya normal velg/ban pengganti terhadap permukaan jalan (N) lebih besar dari gaya normal velg/ban standar terhadap permukaan jalan (n).

karena W > w, maka N > n

Dan karena gaya normal velg/ban pengganti terhadap permukaan jalan (N) lebih besar dari gaya normal velg/ban standar terhadap permukaan jalan (n), maka gaya gesek/friksi yang terlibat antara permukaan jalan dengan ban pengganti (F) lebih besar dari gaya gesek/friksi yang terlibat antara permukaan jalan dengan ban standar (f).

karena N > n, maka F > f

Kalau gaya gesek yang terlibat antara permukaan jalan dengan ban menjadi lebih besar, maka agar dapat bergerak, kendaraan membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk melawan gaya gesek yang notabene adalah gaya yang sifatnya menghambat gerak kendaraan. Berbicara tentang kebutuhan tenaga yang lebih besar adalah ekuivalen dengan bertambah besarnya kebutuhan bahan bakar yang harus dikonsumsi untuk dapat diubah menjadi tenaga yang diperlukan tersebut. Alhasil, pemakaian BBM menjadi lebih boros.

Selain mempengaruhi performa, dimana terjadi peningkatan konsumsi BBM, penggantian velg/ban terhadap kendaraan juga dapat menyebabkan penyimpangan/deviasi dalam pembacaan indikator kecepatan pada panel speedometer di dashboard. Mengapa demikian?
Awalnya, speedometer itu di-setting sesuai dgn ukuran velg dan ban standar yang digunakan. Jadi kalau ukuran yang digunakan berbeda, maka akan terjadi deviasi dalam pengukuran kecepatan. Itu pun harus dilihat dulu berapa besar outer diameter totalnya. Apakah sama atau tidak dengan outer diameter total ketika menggunakan velg dan ban standar. Karena bisa saja ketika digunakan velg dan ban dengan ukuran lebih besar tetapi outer diameter totalnya sama dengan ketika digunakan velg dan ban standar. Hal ini dimungkinkan karena rasio ban yang digunakan lebih kecil (profil tipis).

Seperti yang sudah diulas di atas, bahwa sebagian empu-nya kendaraan cenderung untuk mengganti ukuran velg/ban standar dengan ukuran yang lebih besar dalam rangka mendongkrak penampilan kendaraannya. Dengan ukuran velg/ban yang lebih besar, umumnya outer diameter menjadi lebih besar. Alhasil, kecepatan yang ditunjukkan di speedometer menjadi terdeviasi. Jarum indikator menunjukkan angka dimana pada kenyataannya mobil sudah bergerak lebih cepat. Hal ini terjadi karena dalam menempuh jarak yang sama, jumlah putaran roda menjadi lebih sedikit.

Dengan demikian, kalau ada seseorang yang melarikan mobil hingga kecepatan 160 kpj dengan velg dan ban yang ukurannya lebih besar dari velg/ban standar, maka pada kenyataannya mobil sudah bergerak dengan kecepatan lebih dari 160 kpj. Tapi sebaliknya, kalau ada mobil yang di speedometernya menunjukkan kecepatan 160 kpj dengan velg dan ban yang ukurannya lebih kecil dari velg/ban standar, maka pada kenyataannya mobil sedang bergerak dengan kecepatan yang kurang dari 160 kpj. Dan kalau ada mobil yang di speedometernya menunjukkan kecepatan 160 kpj dengan masih menggunakan velg/ban standar, maka pada kenyataannya mobil itu memang sedang bergerak dengan kecepatan 160 kpj.

Situs berikut merupakan simulasi atas fenomena penyimpangan/deviasi pengukuran kecepatan yang mungkin terjadi apabila ukuran velg/ban diubah : (perhatikan pada bagian “note”-nya)

http://www.kouki.co.uk/utilities/vis...ize-calculator

Adapun ulasan dan pembahasan perbandingan tentang penyimpangan pengukuran kecepatan ini murni hanya dilihat dari pengaruh penggantian ukuran velg/ban dan diukur dengan peralatan yang sama yaitu speedometer pada dashboard yang ada di kendaraan.

Kesimpulannya :

1. Penggantian ukuran velg/ban dengan ukuran yang lebih besar membuat kendaraan membutuhkan tenaga yang lebih besar karena bertambah besarnya gaya gesek yang terlibat antara ban dengan permukaan jalan, yang pada akhirnya mengakibatkan bertambahnya konsumsi BBM.
2. Penggantian ukuran velg/ban dengan ukuran yang lebih besar membuat deviasi/penyimpangan pembacaan speedometer dimana penunjukan speedometer lebih rendah dari kecepatan sesungguhnya.

Saran :
Kalau hendak mengganti velg dan ban dengan ukuran yang lebih besar dan lebar, di samping memilih model dan ukuran yang bisa masuk ke bodi kendaraan, seyogyanya dipilih terutama velg yang materialnya ringan tetapi kuat agar tidak menambah berat/bobot kendaraan sedemikian rupa sehingga menghasilkan berat/bobot yang menyerupai berat/bobot velg/ban standar. 

1 komentar:

  1. Anda salah dalam menerangkan pertambahan gaya yg ditimbulkan oleh gesekan ban dan jalan. Ini akan benar kalau ban dan jalan terjadi sliding, padahal tidak. Jadi yg benar adalah hanya pertambagan masa kendaraan yg mengakibatkan mobil lebih berat.

    BalasHapus